Monday, October 25, 2021
Home Ulasan Freemasonry dan Perkembangannya di Indonesia

Freemasonry dan Perkembangannya di Indonesia

Antinomi.org – Buku dengan judul Freemasonry di Indonesia: Jaringan zionis tertua yang mengendalikan nusantara, memiliki judul asli “Freemasonry in Indonesia” terbit pada tahun 1976, merupakan karya Paul W. van der Veur – seorang profesor di bidang ilmu politik Universitas Ohio. Diterjemahkan oleh Jagat Purbawati pada bulan Oktober 2012 di Yogyakarta dan diterbitkan oleh UFUK PRESS, beralamat di Jakarta Selatan, dengan jumlah halaman 153 halaman ditambah dengan halaman sampul hingga halaman pengantar dari penerjemah.
Secara umum, buku ini merupakan buku yang mengungkapkan waktu, cara, dan perkembangan freemansonry di Indonesia. Lebih sederhananya dapat kita katakan bahwa buku ini adalah buku sejarah perkembangan jaringan zionis tertua yang masuk ke Indonesia hingga menguasai atau mengendalikan banyak hal di Indonesia. Memang, jaringan “semacam” ini tidak dapat dibuktikan secara ilmiah atau pun kalau bisa, akan sangat sulit untuk dilakukan. Bahkan beberapa orang berpendapat – secara tidak resmi, bahwa jaringan ini hanya merupakan “hoak” atau omong kosong bahkan dongeng yang menjadi semacam “orang-orangan sawah untuk menakuti burung pemakan padi” saja. Hal ini didasarkan pada, setidaknya, ketidakmunculan bentuk organisasi yang pergerakannya nyata dan mengatasnamakan misalnya “gerakan freemasonry” atau sangat sedikitnya buku-buku atau penelitian-penelitian baik di kalangan akademisi maupun praktisi yang menuliskan atau meneliti permasalahan semacam ini.
Dimulai dengan kata pengantar dari penerjemah, pada buku ini diulas kembali tentang sejarah masyarakat-masyarakat tersembunyi (secret societies), salah satunya dari buku karya Dr. Th. Stevans. Kemudian pada pendahuluan dijelaskan keberadaan freemasonry di Indonesia dari tahun 1762-1961 atau sejak Radermacher hingga Soekanto. Pada bagian berikutnya, pendirian freemasonry di Indonesia dijabarkan cukup mendetail beserta dengan anggota-anggota yang terlibat di dalamnya, baik warga negara asli Indonesia (pribumi) maupun yang berasal dari keturunan atau asli warga Cina yang ada di Indonesia. Pada dua bagian terakhir, van der Veur menjelaskan kegiatan-kegiatan freemasonry hingga perkembangannya setelah perang dunia II berakhir, atau lebih tepatnya awal-awal kemerdekaan republik Indonesia pada tahun 1945, hingga tahun 1960an. Meskipun buku ini penjabaran masalahnya cukup singkat, tetapi bagi para peneliti, buku ini menyajikan informasi-informasi yang sangat penting pada bagian lampiran, seperti Ekstrak anggaran dasar freemasonry di bawah majelis Agung Grand Orient Nederland yang diadobsi pada tanggal 1 Maret 1917, Mason Indonesia dan Cina, dan Loji-Loji Mason dan Keanggotaannya.
Secara umum buku ini cukup memberikan informasi menyeluruh tentang pergerakan freemasonsy di Indonesia dari awal, meskipun hanya sampai tahun 1960an. Namun untuk para peneliti di bidang kajian sejarah pergerakan freemasonry, buku ini baru merupakan tahap awal atau dapat dikatakan sebagai pintu masuk dari sebuah bangunan objek penelitian besar yang mungkin akan dapat dijangkau dalam waktu yang cukup lama. Tetapi, dengan beberapa referensi yang diberikan dan beberapa keterangan tambahan di dalam uraian, para peneliti atau yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh, dapat menjadikan referensi-referensi tersebut sebagai bahan bacaan lanjutan. Sehingga nantinya dapat diperoleh pengetahuan yang utuh dan komprehensif terkait keberadaan dan pergerakan freemasonry di Indonesia dari awal hingga saat ini.

Eko Firmansahhttp://antinomi.org
Interested in the fields of science, engineering, history, psychology, and philosophy.
RELATED ARTICLES

Catatan Tentang Properti

Properti (sifat) adalah sesuatu yang melekat pada objek. Dalam bukunya, John W. Carroll dan Ned Markosian (selanjutnya ditulis penulis) memulai pembahasan tentang...

Waktu: Jejaring Peristiwa dan Relasinya (Bagian 2)

Penjelasan bagian pertama sedikit banyak telah “meruntuhkan” konsepsi waktu awam yang biasa kita kenal. Mulai dari keumuman, ketakgayutan, serta kesetangkupan (simetris)...

Rekonstruksi Waktu dalam Pandangan Fisika Modern (Bagian 1)

Tulisan ini memfokuskan pada ringkasan isi dari buku The Order of Time (Tatanan Waktu) karya Carlo Rovelli, seorang fisikawan teori terkenal...

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Posisi Penafsiran dalam Konstruksi “Esensi” Filsafat Indonesia

*Artikel ini adalah tanggapan atas artikelnya Muhammad Qatrunnada Ahnaf Tulisan saya yang berjudul Sebelum Menjalin atau Membangun Filsafat Indonesia...

Beberapa Persoalan Tentang Usaha Membangun Filsafat Indonesia

Ada beberapa hal yang menurut saya perlu disoroti dalam perdebatan mengenai filsafat Indonesia. Saya merasa filsafat masih diandaikan memiliki sebuah identitas esensial....

Pembebasan Filsafat Indonesia Hari Ini

*Artikel ini ditulis sebagai respon terhadap semua tulisan sebelumnya mengenai problematika Filsafat Indonesia. Sebelum perdebatan ini terperosok terlalu...

Sebuah Jalan Keluar dari Hegemoni Filsafat Barat

Ada hantu yang bergentayangan di dalam diskursus filsafat Indonesia. Hantu-hantu filosof leluhur Indonesia. Filsafat Indonesia dapat dibebaskan hanya setelah mumifikasi pemikiran leluhur...

Paperbook

Recent Comments

Stephanus Aswar Herwinarko on Usulan Berfilsafat (di) Indonesia