More

    Mengenal Efek Kuantum dalam Biologi

    Eko Firmansah
    Eko Firmansahhttp://antinomi.org
    Interested in the fields of science, engineering, history, psychology, and philosophy.

    Artikel Terbaru

    Populisme Kiri: Sebuah Pengantar

    Akhir-akhir ini, ruang publik demokratik kita terkungkung dalam jurang cemoohan dan celaan—demonisasi—terhadap orang-orang atau kelompok yang disinyalir anti-demokratik. Mereka ialah orang-orang...

    Apa Arti Menjadi Pluralis Ilmiah?

    Apa yang akan kita lakukan jika kita berhadapan dengan dua atau lebih pandangan berbeda secara politik? Ada dua jawaban umum. Kita...

    Realisme dan Anti-realisme dalam Pemikiran Martin Heidegger

    Pemikiran Martin Heidegger masih terasa pengaruhnya hingga hari ini. Ketika perkembangan teknologi dan sains semakin maju, manusia terasing di dalam sistem...

    Where Is God in a Coronavirus World?

    This year's coronavirus pandemic has truly shaken the world's citizens both physically and mentally. People are required to self-isolate to prevent...

    Waktu: Jejaring Peristiwa dan Relasinya (Bagian 2)

    Penjelasan bagian pertama sedikit banyak telah “meruntuhkan” konsepsi waktu awam yang biasa kita kenal. Mulai dari keumuman, ketakgayutan, serta kesetangkupan (simetris)...

    Antinomi.org – Buku dengan judul Quantum Effects in Biology (efek kuantum dalam biologi) ini merupakan kumpulan-kumpulan beberapa tulisan dengan penulis yang berbeda di setiap babnya. Buku ini diedit oleh empat orang yakni M. Mohseni, Y. Omar, Gregory S. Engel, dan Martin B. Plenio. Diterbitkan oleh Cambridge University Press pada tahun 2014 untuk terbitan pertamanya. Terdiri dari tiga bagian utama yakni Introduction, Quantum effects in bacterial photosynthetic energy transfer, dan Quantum effects in higher organisms and applications pada bagian terakhirnya. Semua bagian ini tertuang dalam 414 halaman yang termasuk di dalamnya halaman sampul, daftar isi, pengantar, referensi, dan juga index.

    Pada bagian pertama yakni pendahuluan, diperkenalkan istilah kuantum biologi yang mencoba menjelaskan secara rinci tentang keterkaitan mekanika kuantum, dimulai dari prinsip ketidakpastian, dualisme gelombang partikel, dan beberapa konsep hukum probabilitas klasik, dengan sistem perilaku alamiah dari sudut pandang ilmu biologi. Tidak hanya sampai pada konsep dasar mekanika kuantum saja, pada bagian pendahuluan ini dibahas juga tentang sistem kuantum terbuka. Melalui sistem kuantum terbuka ini, para peneliti (penulis) mencoba menjelaskannya hingga mencapai pendekatan bagi sistem biologis menggunakan, salah satunya persamaan master kuantum (QME/Quantum Master Equations) yang diturunkan dari persamaan Hamiltonian.

    Selain diperkenalkan persamaan master kuantum, masih dibagian pertama, juga diperkenalkan perumuman transfer tenaga resonansi Forster. Dimulai dari penurunan secara lengkap ungkapan laju ekspansi Forster hingga terapannya di MC-FRET (Multichromophoric Flourescence, or Forster, resonance energy transfer). Pada bagian pertama diakhiri dengan penjelasan prinsip-prinsip spektroskopi elektronik multi-dimensi.

    Pada bagian kedua, buku ini menyajikan efek-efek kuantum pada transfer energi bacterial photosynthetic, pengamatan langsung quantum coherence, dan juga environment-assisted quantum transport.

    Pada bagian ketiga, buku ini menghadirkan beberapa efek kuantum pada organisme-organisme tingkat lebih tinggi dan beberapa terapannya. Dimulai dengan transfer tenaga eksitasi pada higher plants – dijelaskan mengenai fotosintesis, kelestarian tenaga fotosintesis, dan light-harvesting. Selanjutnya dibahas transfer elektron pada protein. Secara pribadi, bagian ini memperkenalkan banyak sekali istilah-istilah baru yang, jujur, baru pertama kali terbaca, seperti through-bridge tunnelling, vibration quantum effects, dan beberapa istilah lain.[]

     

    Related articles

    Leave a reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here