More

    Mengenal Efek Kuantum dalam Biologi

    Eko Firmansah
    Eko Firmansahhttp://antinomi.org
    Interested in the fields of science, engineering, history, psychology, and philosophy.

    Artikel Terbaru

    Beberapa Catatan Tak Tuntas Tentang Kegilaan

    Konsep kegilaan, atau penyakit mental, mengacu pada deviasi dari pemikiran, penalaran, perasaan, attitude, dan perbuatan normal, yang oleh subjeknya, atau orang...

    Rekonstruksi Waktu dalam Pandangan Fisika Modern (Bagian 1)

    Tulisan ini memfokuskan pada ringkasan isi dari buku The Order of Time (Tatanan Waktu) karya Carlo Rovelli, seorang fisikawan teori terkenal...

    Masa Depan Relasi Filsafat Ilmu-Teknologi

    Don Ihde pada tahun 2004 menyebarkan keraguan dan harapan. Dengan artikelnya yang berjudul “Telah sampaikah filsafat teknologi? Keadaan Terbaru”, Ihde mengevaluasi...

    Kemungkinan Peran Fenomenologi dalam Memecahkan Teka-teki Kuantum

    Steven French berpendapat bahwa pada jantung problem pengukuran kuantum terdapat kesalahpahaman yang fatal dalam memahami hubungan subjek-objek. Jika melihat lebih dekat pada...

    Memahami Kembali Manusia di Era Teknologi

    Keberadaan teknologi membawa manusia pada koin dari harapan yang diandaikan memiliki dua sisi. Satu sisi dapat berperan sebagai upaya membebaskan manusia...

    Antinomi.org – Buku dengan judul Quantum Effects in Biology (efek kuantum dalam biologi) ini merupakan kumpulan-kumpulan beberapa tulisan dengan penulis yang berbeda di setiap babnya. Buku ini diedit oleh empat orang yakni M. Mohseni, Y. Omar, Gregory S. Engel, dan Martin B. Plenio. Diterbitkan oleh Cambridge University Press pada tahun 2014 untuk terbitan pertamanya. Terdiri dari tiga bagian utama yakni Introduction, Quantum effects in bacterial photosynthetic energy transfer, dan Quantum effects in higher organisms and applications pada bagian terakhirnya. Semua bagian ini tertuang dalam 414 halaman yang termasuk di dalamnya halaman sampul, daftar isi, pengantar, referensi, dan juga index.

    Pada bagian pertama yakni pendahuluan, diperkenalkan istilah kuantum biologi yang mencoba menjelaskan secara rinci tentang keterkaitan mekanika kuantum, dimulai dari prinsip ketidakpastian, dualisme gelombang partikel, dan beberapa konsep hukum probabilitas klasik, dengan sistem perilaku alamiah dari sudut pandang ilmu biologi. Tidak hanya sampai pada konsep dasar mekanika kuantum saja, pada bagian pendahuluan ini dibahas juga tentang sistem kuantum terbuka. Melalui sistem kuantum terbuka ini, para peneliti (penulis) mencoba menjelaskannya hingga mencapai pendekatan bagi sistem biologis menggunakan, salah satunya persamaan master kuantum (QME/Quantum Master Equations) yang diturunkan dari persamaan Hamiltonian.

    Selain diperkenalkan persamaan master kuantum, masih dibagian pertama, juga diperkenalkan perumuman transfer tenaga resonansi Forster. Dimulai dari penurunan secara lengkap ungkapan laju ekspansi Forster hingga terapannya di MC-FRET (Multichromophoric Flourescence, or Forster, resonance energy transfer). Pada bagian pertama diakhiri dengan penjelasan prinsip-prinsip spektroskopi elektronik multi-dimensi.

    Pada bagian kedua, buku ini menyajikan efek-efek kuantum pada transfer energi bacterial photosynthetic, pengamatan langsung quantum coherence, dan juga environment-assisted quantum transport.

    Pada bagian ketiga, buku ini menghadirkan beberapa efek kuantum pada organisme-organisme tingkat lebih tinggi dan beberapa terapannya. Dimulai dengan transfer tenaga eksitasi pada higher plants – dijelaskan mengenai fotosintesis, kelestarian tenaga fotosintesis, dan light-harvesting. Selanjutnya dibahas transfer elektron pada protein. Secara pribadi, bagian ini memperkenalkan banyak sekali istilah-istilah baru yang, jujur, baru pertama kali terbaca, seperti through-bridge tunnelling, vibration quantum effects, dan beberapa istilah lain.[]

     

    Related articles

    Leave a reply

    Please enter your comment!
    Please enter your name here