Sunday, November 28, 2021

Biopolitik dan Pandemi: Sebuah Polemik

Rp80,000.00

Apa yang pertama kali diserang oleh makhluk renik bernama virus memang hanya tubuh—bukan sistem ekonomi, kekuatan politik, pranata sosial, ataupun sistem kebudayaan. Namun, melalui serangannya terhadap tubuh itulah, makhluk renik ini mampu menggoyang tanpa ampun seluruh aspek kehidupan. Ini menunjukkan bahwa tubuh biologis manusia—yang sering diabaikan, atau paling tidak dinomorduakan, dalam percakapan-percakapan besar tentang ekonomi, politik, sosial, dan budaya—memiliki pengaruh signifikan terhadap tata kehidupan manusia. Tanpa tubuh biologis yang sehat, roda-roda ekonomi, politik, sosial, dan kebudayaan manusia akan mandek atau, paling tidak, melambat.

Oleh karena itulah, negara modern menaruh perhatian khusus pada tubuh biologis warganya, dengan membuat aturan-aturan tertentu, agar mereka tetap sehat dan kuat dan mampu beranak-pinak. Michel Foucault menyebut praktik itu sebagai ‘biopolitik’: sebuah teknologi kekuasaan untuk mengatur dan merekayasa kehidupan. Praktik biopolitik ini, sebagaimana yang pernah digambarkan oleh Foucault sendiri, menjadi semakin intensif di masa-masa darurat kesehatan seperti pandemi. Kait-kelindan antara biopolitik dan pandemi itulah yang menjadi topik perdebatan di antara para filsuf, pemikir sosial, dan psikoanalis dalam buku ini.

Di tengah perdebatan itu, mereka menunjukkan faktor-faktor penentu bagaimana krisis akan mengungkap apa yang mungkin terjadi di kehidupan mendatang.

 
Pesan Sekarang

 

Description

Judul: Biopolitik dan Pandemi: Sebuah Polemik
Penulis: Michel Foucault, dkk.
Alih Bahasa: Antinomi
Tahun: 2021
Tebal: xxi + 273 halaman (12,5 x 19 cm)

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Biopolitik dan Pandemi: Sebuah Polemik”

Your email address will not be published. Required fields are marked *