Friday, September 17, 2021
Home Essai

Essai

Memahami Kembali Manusia di Era Teknologi

Keberadaan teknologi membawa manusia pada koin dari harapan yang diandaikan memiliki dua sisi. Satu sisi dapat berperan sebagai upaya membebaskan manusia...

Tentang Spesialisasi dan Kesusah-teraksesannya Filsafat

James Ladyman berargumen bahwa ketidakteraksesannya filsafat merupakan sesuatu yang bagus. Jika filsafat adalah sebuah kecintaan terhadap kebijaksanaan dan mengarahkan perhatiannya pada bagaimana seharusnya kita (menjalani)...

Pembalikan Tatanan Dependensi: Dari Ontologi Berorientasi Objek ke Ontologi Berorientasi Struktur

Realisme struktural memiliki dua pilihan, yaitu dengan mengakui adanya sesuatu yang melampaui struktur—sebutlah X—di dunia, yang biar bagaimanapun kita tidak memiliki aksesibilitas untuk mengetahuinya...

Menyoal Eksistensialisme: Søren Kierkegaard dalam Pemaknaan Hidup

Dalam hidupnya individu pernah merasa dirinya sedang dilanda “krisis eksistensi”. Mempertanyakan makna hidup yang selama ini ia jalani. Apakah hidup yang ia jalani sudah...

Antroposen dan Kepunahan Keenam

Sebut aku manusia Sekitar 200.000 tahun yang lalu, spesies tanpa nama muncul di bumi Afrika. Uniknya, makhluk ini tidak cukup kuat tetapi cerdas ketika beradaptasi...

Yang Terbaik dari Dua Dunia: Antara Realisme dan Antirealisme

Perdebatan realisme-antirealisme dalam filsafat sains adalah mengenai realitas yang takteramati yang diposit oleh sains, bukan tentang pro atau anti sains. Misalnya positivisme logis, positivisme...

Jared Diamond: Bagaimana Kita Dapat Menghentikan Virus Baru Berikutnya?

Mari kita mulai memikirkan kemungkinan virus baru berikutnya.  Tidak, ini tidak terlalu dini, meskipun pandemi covid-19 masih pada tahap awal.  Selama epidemi SARS pada...

Menghindari Jebakan Skeptisisme dan Fideisme

Goenawan Mohamad, dalam tanggapannya untuk catatan saya, membuat setidaknya delapan komentar. Oleh karena itu, sebelum menjelaskan perbedaan posisi saya dengan Goenawan dalam masalah sains...

Tentang Pesimisme dan Pemikiran Schopenhauer

Pada abad ke-19, Arthur Schopenhauer, filsuf asal Jerman, yang disebut sebagai filsuf pesimis,  juga rival Hegel, tertarik untuk menemukan dan menjelaskan apa-apa yang menjadi...

Pengantar: Apa Sih Sebenarnya Pandemi Itu?

Kita sudah dijejali banyak informasi soal pandemi yang sedang terjadi saat ini. Mulai dari data, berita resmi, cerita orang-orang yang terdampak, hingga opini para...

Pelajaran di Masa Pandemi Korona: Agama akan Selalu Hadir pada Ranah Publik dan Politik di Indonesia, dan Hal Tersebut Mungkin Bisa Menguntungkan Kita

Pandemi Covid-19 yang sekarang terjadi ternyata menghasilkan banyak perdebatan. Salah satu perdebatan yang terjadi adalah tentang hadirnya ekspresi keagamaan di ranah publik, yang tanpa...

Sains Memang Tidak Sempurna, Tapi Ia adalah Jenis Pengetahuan Terbaik yang Mungkin Kita Punya

Goenawan Mohamad (GM), sang budayawan adiluhung itu, memang seorang peragu—walau mungkin ia jenis peragu yang syahdu. Kali ini ia ragu pada ilmu (science). Ia...

Most Read

Mempertimbangkan Kembali Kemungkinan Monisme

            Dewasa ini monisme terkesan buruk karena dianggap meniadakan fakta lain selain satu fakta tertentu yang dianggap ada. Dalam filsafat akal budi...

Biosekuriti dan Politik

Apa yang mencolok dari reaksi terhadap kebijakan aparatus kedaruratan (the apparatuses of exception) yang telah diberlakukan di negara kita (dan tidak hanya...

Agamben: Requiem untuk Mahasiswa

Seperti yang sudah kita perkirakan, mereka memutuskan kuliah universitas akan digelar online mulai tahun depan. Apa yang jelas bagi pengamat, yakni apa...

Giorgio Agamben: Invensi Epidemi

Dihadapkan pada tindakan darurat yang buru-buru, irasional, dan sama sekali tidak berdasar terhadap dugaan epidemi virus corona, kita harus mulai dari deklarasi...