Serial orisinal garapan Netflix bergenre sci-fi atau mungkin bisa dipahami secara sederhana dengan sebuah karya fiksi spekulatif ini sungguh sayang untuk dilewatkan. Mengambil latar di tahun sekian–belum dijelaskan tepatnya pada tahun berapa–di Bumi, saat manusia telah mampu mengoperasikan jump drive[i] dan cryosleep chamber[ii]untuk perjalanan jauh antariksa. Di masa tersebut sebuah satelit asing berbentuk limit datang dan memaksa parkir di suatu wilayah di Bumi. Kelak satelit asing tersebut diduga berasal dari Pi Canis Majoris[iii] dan dugaan tersebut nantinya menuntun manusia untuk melakukan penjelajahan jauh antariksa. Tentu saja seperti cerita-cerita sci-fi berbau alien lainnya, penjelajahan tersebut membawa misi untuk menjalin kontak dengan peradaban alien.

https://news.abs-cbn.com/life/07/31/19/look-new-netflix-series-passes-off-rambutan-as-an-alien-fruit

Serial ini berusaha untuk mematik kembali pertanyaan akan skenario yang manusia lakukan bila dihadapkan pada tanda-tanda keberadaan makhluk lain di luar angkasa sana yang mungkin saja sudah jauh lebih canggih: yakni sejauh–bahkan mungkin sebodoh–apa kita berani untuk memulai kontak dengan mereka? Apa yang akan kita lakukan kalau sudah bertemu mereka? Bagaimana kalau kedatangan kita disalahartikan dan memicu perang antar bintang?

Antariksa adalah tempat yang begitu luas dan belum terpetakan secara baik oleh manusia sehingga masih begitu banyak ancaman yang menanti dalam ketidaktahuannya. Bahkan, ada kalanya seperti laut, meski secara tampak luar sudah terpetakan, tidak ada yang bisa memastikan di dalam laut ada-tidaknya monster besar yang mungkin bisa memporak-porandakan peradaban manusia, seperti Godzilla misalnya. Sementara pertanyaan lainnya adalah bagaimana bila mereka telah memantau kita sejak lama dan mengakses seluruh sejarah peradaban manusia, lantas menilai manusia tidak layak untuk berkembang menjadi organisme yang lebih mapan dan menguasai peradaban antar bintang bahkan galaksi?

Hal menarik lain dari serial ini adalah tawaran skenario kompleks tentang dugaan perkembangan organisme di luar basis karbon, yang selama ini justru hanya menjadi sekadar tumpukan kertas ilmiah yang mungkin dianggap fantasi liar ilmuwan belaka karena keterbatasan manusia membuktikannya di masa sekarang ini. Namun, serial tersebut berhasil menawarkan gambaran dari skenario kompleks yang sebenarnya diolah dengan sangat sederhana tentang hadirnya organisme berbasis lain, salah satunya adalah boron berbentuk virus.

Selama ini manusia selalu menemukan kebuntuan ketika dihadapkan pada pertanyaan bagaimana rupa dari organisme di luar basis karbon. Akan tetapi, dalam serial ini, justru sang pembuat berhasil menemukan sebuah cara untuk menerobos dan menghadirkannya, yakni dengan bentuk organisme sederhana berupa virus.

Walau terdengar konyol, tentu saja penghadiran virus ini adalah satu langkah berani yang telah dilakukan oleh para pembuat sci-fi bertema alien. Kalau diharuskan menghadirkan bentuk organisme kompleks, tentu saja kita–manusia–masih kesulitan untuk menggambarkannya, karena semua bentuk dan rupa organisme kompleks yang kita ketahui terbatas pada basis karbon. Di serial ini, pada nantinya, virus tersebut justru ditemukan secara tidak sengaja pada sebuah planet pengembara yang ketika masa pasangnya justru memancing luapan magma luar biasa ke permukaan dari lapisan bawah. Virus asing tersebut menjangkit dan memakan zat besi pada tubuh manusia, hingga pada akhirnya berkembang dan mengambil alih saraf tulang belakang kita. Adegan pengambilalihan itu justru amat klasik, membawa kita mengingat kembali adegan fenomenal pada franchise Alien, tentang bagaimana sebuah Xenomorph memaksa keluar dari dalam perut manusia.

Berbeda dengan serial Lost in Space (2018) yang hanya memanjakan mata melalui potret rekaan keunikan beberapa sistem bintang yang selama ini hanya kita ketahui melalui data seperti halnya bintang kembar,pada serial Another Life (2019) ini, kita akan dimanjakan dengan berbagai penampakan organisme dan benda angkasa lain secara lebih berani. Bahkan, di salah satu bagiannya, ketika seluruh awak dihadapkan pada minimnya perbekalan dan memutuskan untuk mengambil pasokan dari bulan di suatu planet yang secara penampakan dan unsur yang mengisinya mirip seperti Bumi, para awak bertemu dengan kehidupan asing seperti serangga besar yang hidup berkelompok di bawah permukaan tanah, serta buah-buahan dan pohon unik yang memiliki tumpukan bunga menjuntai panjang ke bawah dan menyebarkan senyawa khusus yang membuat tubuh merasa tinggi atau high.

Apakah berhenti di situ? Tentu saja tidak, masih banyak kejutan lain yang disiapkan dalam serial tersebut. Bahkan, sampai menjelang penutup season perdana ini, kita akan dikejutkan dengan kenampakan serta motif sesuatu hal yang begitu asing namun justru juga terlihat dan terasa akrab dengan manusia. Membuat penasaran tentunya bukan? Jadi, bagi para penikmat genre sci-fi, serial Another Life (2019) garapan Netflix ini wajib masuk ke daftar tontonanmu di tahun 2019!


[i] Sebuah metode spekulatif yang berasal dari fiksi ilmiah dan digunakan untuk menjelaskan proses perjalanan melampaui kecepatan cahaya (faster than light atau FTL).

[ii] Sebuah metode spekulatif yang berasal dari fiksi ilmiah dan digunakan untuk menjelaskan proses pendinginan dan penyimpanan tubuh yang ditujukan untuk membuat manusia masuk pada fase torpor–sebuah keadaan tubuh mampu menurunkan suhu tubuh, tingkat metabolisme, serta detak jantung, difungsikan agar bertahan dalam keadaan dan lingkungan yang ekstrem.

[iii] Sebuah sistem bintang yang berada di bagian konstelasi selatan dari Canis Major.

Spread the love